GASPOLL – Merek mobilitas listrik LYVA milik LUYUAN Group memperkenalkan lima konsep kendaraan pada ajang EICMA 2026 di Milan, Italia. Rangkaian produk yang ditampilkan mencakup kendaraan pengangkut barang berukuran ringkas, skuter lipat, sepeda listrik, dan motor listrik off-road.
Pengumuman resmi perusahaan pada 6 November 2026 menunjukkan arah pengembangan yang tidak hanya mengejar kecepatan atau jarak tempuh. LYVA menggabungkan desain modular, sensor, pengendalian torsi, serta perangkat lunak untuk mendukung berbagai kebutuhan perjalanan jarak pendek.
Dua model yang diperkenalkan ke pasar Eropa adalah R07 dan Z05. R07 diarahkan pada kebutuhan membawa muatan dengan kendaraan yang tetap mudah dikendalikan, sedangkan Z05 berupa kickscooter lipat yang menyasar perjalanan penghubung ke transportasi umum. Keduanya merupakan bagian dari pendekatan mobilitas yang berbeda dengan motor konvensional.
Perusahaan menyatakan desain R07 dan Z05 berkaitan dengan perjanjian lisensi konsep micromobility bersama BMW Group, dengan dukungan desain dari Designworks. Keterlibatan tersebut perlu dipahami sesuai lingkup kerja sama yang diumumkan, bukan sebagai pernyataan bahwa kendaraan itu diproduksi atau dipasarkan dengan merek BMW.
Konsep lain mencakup T05 dengan bodi magnesium satu bagian. LYVA menyebut struktur tersebut telah melalui 1,3 juta siklus pengujian kelelahan akibat getaran. Angka pengujian adalah klaim perusahaan mengenai proses pengembangan dan tidak dengan sendirinya membuktikan ketahanan aktual dalam seluruh kondisi penggunaan.
Iklan
Dua model lain, GX03 dan GX05, diproyeksikan untuk medan off-road. Keberadaan konsep tersebut menunjukkan upaya LYVA memperluas jangkauan dari perjalanan komuter menuju penggunaan rekreasi serta kebutuhan yang lebih khusus.
Pada sisi teknologi, arsitektur modular LYVA menempatkan motor penggerak tengah berpendingin cairan dan algoritma pengendalian elektronik sebagai perhatian utama. Sistem penginderaan dari delapan jenis sensor disebut mendukung pemahaman kondisi berkendara. Perusahaan juga membahas pengembangan perpindahan gigi elektronik, pengaturan torsi adaptif, dan pengisian cepat.
Fitur kecerdasan buatan serta aplikasi pendamping dirancang untuk melengkapi pencatatan perjalanan dan interaksi pengguna. Namun, fitur yang diumumkan sebagai arah pengembangan tidak boleh disamakan dengan kemampuan yang pasti tersedia pada produk massal. Spesifikasi final, sertifikasi, dan jadwal jual tiap model masih harus dipastikan.
LUYUAN juga menyampaikan rencana membangun enam pusat inovasi luar negeri, antara lain di Jerman, Spanyol, Nigeria, Uzbekistan, Thailand, dan Singapura. Rencana tersebut merupakan target perusahaan yang pelaksanaannya perlu dipantau.
Bagi industri otomotif Indonesia, berita ini relevan sebagai contoh perkembangan kendaraan listrik ringan. Peluang penerapannya tetap bergantung pada harga, aturan kendaraan, keselamatan, kapasitas baterai, serta ketersediaan layanan purnajual di pasar masing-masing.






